27 Mei 2009

Andrie Wongso n Erbe Sentanu




Skali dayung dua pulau terlewati. suatu ungkapan yang cocok tuk aku. Tanggal 19 Mei 09 kemarin, aku ke Makassar dalam rangka acara Best Of The Best yang diselenggarakan oleh PT. K-LINK Nusantara pada tanggal 20-21 Mei 09, tapi saya kesana bukan sebagai Peserta acara.

nihhhh... intinya.
Pada tanggal 20 mei 09, aku jalan2 bersama Mitra K-LINK di Mall Panakukang Makassar, karena rencananya ingin ke Gramedia beli buku, eeeehhhhh.... ternyata ada Andrie Wongso ( Motivator ternama ) yang lagi menghadiri Talk Show Gratis. Yahhh sambil tunggu acaranya selesai sekalian dehh Foto Bareng.

Setelah pulang ke Hotel Clarion, kami membuka buku yang dibeli di Gramedia salah satunya buku Zona Ikhlas (lanjutan Quantum Ikhlas) Karya Erbe Sentanu. Ternyata ada brosur yang dibawa teman dari Gramedia tentang Talk Show Zona Ikhlas pada tanggal 23 Mei 09. aku berpkir, selagi aku masih di Makassar lebih baik aku ikuti acaranya. Dan Alhamdulillah akhirnya aku bisa jadi Peserta di Talk Show Zona Iklash, sempat foto2 juga sih dengan Erbe Sentanu.

baca selengkapnya ...

02 April 2009

Google Earth Ungkap Perselingkuhan

Seorang istri di Inggris melayangkan gugatan cerai setelah menyaksikan mobil suaminya parkir di luar rumah wanita idaman lain (WIL) melalui layanan Street View di Google.
Si istri melihat mobil Range Rover milik suaminya ketika browsing Street View dan mengamati rumah teman wanitanya. Padahal, sang suami sebelumnya pamit untuk urusan bisnis.

Perselingkuhan bukan satu-satunya peristiwa yang terungkap melalui layanan Google yang bisa menyusuri jalanan di 25 kota di seluruh Inggris tersebut. Menurut laporan The Sun, Selasa (31/3), Street View telah memicu protes karena dianggap memasuki privasi orang sejak diluncurkan pada 20 Maret. Layanan itu sebelumnya juga menampakkan gambar seorang pria tengah keluar dari toko seks. Seorang pekerja pemerintah juga termuat sedang merokok di area larangan merokok.

sumber

baca selengkapnya ...

Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang Raksasa


Liputan6.com, Lebak: Warga Lebak, Banten, dihebohkan dengan penemuan sebuah Alquran kuno berukuran raksasa. Panjang Alquran itu mencapai 2,5 meter dan lebar 1,38 meter. Disamping Alquran juga ditemukan sebuah pedang dengan panjang 1.7 meter.

pedang alquran raksasaAneh tapi nyata, begitulah tanggapan warga yang datang menyaksikan keberadaan Alquran dan pedang raksasa di Masjid Assahadat, Desa Bojong Leles, Lebak, Banten. Tidak hanya karena ukurannya yang besar, tapi karena asal muasal kedua benda tersebut yang tiba-tiba saja ditemukan tergeletak di halaman masjid.

Menurut keterengan pengelola masjid, Haji Dedi Yayat, Alquran dan pedang raksasa tersebut ditemukan tergeletak begitu saja tanpa diketahui pembawanya. Kondisi ini sempat membingungkan mengingat saat itu warga banyak yang berkumpul di masjid untuk memperbaiki tempat wudhu.

Sejauh ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak dan sejumlah ulama tradisional telah memeriksa kandungan Alquran bersampul kulit unta tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui seluruh isi Alquran yang ditulis dengan tangan ternyata sesuai dan lengkap seperti yang lainnya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Alquran dan pedang tanpa pemilik tersebut kini disimpan di Masjid Assahadat dengan penjagaan polisi karena banyak warga yang berkunjung untuk melihat. Pengelola masjid sengaja membuatkan tempat khusus sebagai dudukan Alquran dan pedang. (IAN/Agus Faisal Karim dan Taufik Muharam)
sumber

baca selengkapnya ...

25 Maret 2009

Mahasiswa ITB Juara Lomba Prosesor di Jepang

Prosesor kecil dan sederhana buatan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menyabet dua gelar juara dalam Large Scale Intergrated Circuit di Okinawa, Jepang, 19 Maret lalu. Dua tim dari Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika itu menyingkirkan puluhan tim dan perancang alat elektronik se-Asia-Pasifik. "Kami meraih dua dari tiga kategori juara," kata dosen pembimbing Trio Adiono, dalam jumpa pers di gedung rektorat ITB, Selasa (24/3). Tim Ganesha ANT meraih penghargaan tertinggi System Infomedia Society (SIS) dari Japan Society of Information and Communication. Di kategori ini, kata Adiono, yang dilombakan adalah inovasi akademik.

Tim yang beranggotakan Tyson, Aisar Labibi, dan Raden Siti Intan Permatasari ini membuat prosesor kecil dengan kerja cepat hingga bisa dipakai untuk dua pekerjaan sekaligus. Karya itu mengalahkan tim pembuat prosesor seperti dual core yang biasa digunakan untuk notebook.

Sementara tim Zoiros yang diawaki Randy Hari Widialaksono, Ahmad Fajar Firdaus, dan Iman Prayudi, meraih juara ketiga Xilinx Award dari Multinational Company yang berada di Jepang. Mereka, kata Adiono, membuat prosesor berkecepatan 1 gigahertz dengan teknologi sederhana. Komponen itu bisa dipakai untuk game interaktif.

Jenis prosesor yang mereka kembangkan adalah micro processor without pipeline stage (MIPS). Alat kecil itu biasa digunakan untuk Personal Digital Assistant (PDA) atau Global Positioning System (GPS).

Selanjutnya, kata Adiono, pihaknya akan membuat riset tambahan untuk pengayaan kemampuan prosesor tersebut agar bisa dijual. "Kebutuhan yang besar saat ini adalah prosesor kecil," katanya. Komponen itu misalnya dibutuhkan oleh pembuat MP3 player, remote control, juga TV digital.

sumber

baca selengkapnya ...